Contoh Cerpen

Kalian sedang disuruh guru untuk membuat sebuah cerpen dan kalian bingung ingin mencontoh yang mana, maka dengan mengklik artikel ini merupakan cara yang tepat karena kami akan memberikan beberapa Contoh Cerpen yang keren.

Pengertian Cerpen

contoh cerpen pendidikan

Cerpen atau kepanjangan dari cerita pendek ialah sebuah bentuk prosa naratif fiktif. Selain dari itu, cerpen atau cerita pendek itu cenderung padat dan langsung kepada tujuannya apabila dibandingkan dengan karya-karya fiksi lain yang jauh lebih panjang, misalnya novella & novel.

Struktur Cerpen

Didalam sebuah cerita pendek setidaknya ada 6 (enam) struktur, diantara lain sebagai berikut:

√ Abstrak: Bagian awal yang dimana menjelaskan soal gambaran tentang isi cerpen itu sendiri.
√ Orientasi: Bagian yang dimana menerangkan soal suasana cerita, waktu dan juga tempat terjadinya.
Komplikasi: Bagian yang dimana menjelaskan bagaimanakah urutan kejadian cerita tersebut, baik itu sebab dan akibat. Dan pada umumnya dibagian ini menerangkan tentang watak dan juga karakter tokoh-tokoh dalam cerita.
Evaluasi: Bagian yang dimana menerangkan soal titik terang cerita itu sendiri ataupun penyelesaian dari masalah didalam cerpen tersebut.
Resolusi: Ada bagian yang menerangkan solusi masalah yang sedang terjadi dalam cerpen.
Koda: Bagian yang bisa diambil dari isi cerita pendek tersebut, baik yang berupa nilai ataupun pelajarannya.

Contoh Cerpen

Contoh Cerpen Singkat Lucu

“Cowok Idaman”

Pagi itu Tya sedang berangkat sekolah bersama dengan Ica sahabatnya. Sembari berjalan menyusuri lorong kelas yang biasa dilewati, Tya bertanya kepada Ica.

“Ca, menurut kamu tipe cewek idaman Ari itu kaya mana sih?”

Sambil tersenyum lalu Ninapun menjawab. “Gimana ya? Setahu aku sih tipenya Ari sih tidak muluk-muluk. Karena dia lebih suka dengan cewek yang natural gitu.”

“Hmm begitu ya, dia gak suka cewek yang hobinya dandan berarti ya Nin” Sambut Tya bersamaan dengan wajah yang semakin kegirangan.

“Ya kira-kira begitu lah.”

“Terus bagaimana dong agar wajah tetep cantik walaupun nggak pake make up?” Tanya Tya kembali.

“Coba saja kamu pakai masker dari bengkoang kemudian scrub dari gula pasir supaya bibirnya merah merona gitu” Jawab Ica.

“Wah iya bener itu, nanti malam akan ku coba deh Ca”

Selang beberapa hari Tya selalu mencoba ide yang sudah diberikan Ica. Tya pun begitu senang dikarenakan wajahnya lama kelamaan sudah mulai tampak lebih cerah dan semakin berseri. Bekas jerawat yang pada awalnya tampak jelas pun telah mulai menghilang.

Masker Bengkoang dan juga Scrub gula pasir bagi wajah dan juga bibir pun tidak pernah lupa dia pakai mengingat seminggu lagi akan ada acara pensi.

Pastinya pada acara itu Tya akan ketemu dengan Ari dan dia harus tampil sangat cantik dan juga harus mempesona supaya menarik perhatian Ari, yaitu Lelaki idamannya.

Contoh Cerpen Pendidikan

Kejujuran itu sangat susah untuk dilakukan, tetapi dibalik kejujuran itu terdapat kebahagiaan yang sangat indah sekali. Sama dengan ceritaku kali ini, pada dahulu kala saat saya masih duduk dibangku SD belum paham apa itu kejujuran.

Sehingga pilihan untuk berbuat berbohong dan juga jujur itu masih banyak sekali yang terjadi di saat mengalami tes Ujian Nasional di SD.

Pada saat itu tes sedang diadakan dan banyak sekali temanku yang mencontek sampai akhirnya temanku sedang berdialog padaku“ Sil kamu ingin nyontek tidak? Saya sudah membawa contekan nih” ucap temanku kemudian membagikan sebuah kertas kecil yang isinya contekan.“ Boleh juga” ucapku kemudian menerima kertas itu.

Dulu pada saat tes itu saya tak begitu mengetahui soal mukjizat dari sebuah kejujuran.

Aktivitas menyontek ini akan kulakukan cuman di satu pelajaran, yakni matematika yang tak begitu kupahami materinya.

Sampai pada akhirnya pengumuman kelulusan akhirnya datang, diriku dan juga sahabat begitu sangat tegang dikala menunggu hasil tes tersebut. Dan pada waktu itu Kepala Sekolah sudah berkata kalau semua siswa lulus dan kami seluruh sangatlah bahagia, pada saat ini cuma menunggu nilai dari hasil tes saja.

Setelah satu bulan lamanya Ijazahpun kuterima pada kala itu saya sudah duduk di bangku SMP. Nyatanya nilai Matematikaku pun kurang baik, diriku cuma mendapatkan nilai 4, 0 sebaliknya nilai pelajaran yang lain besar.

Dikala itu akupun merenung, bernostalgia pada saat saya tes dan baru ingat dulu ku mencontek pada saat tes mata pelajaran Matematika sesudah itu hasil dari mencontek itu saya menemukan nilai yang kurang baik dan juga mata pelajaran yang lain dimana yang saya kerjakan menggunakan kemampuanku untuk mencapai hasil yang sangat baik.

Perihal itu selalu kuterapkan dikala tes SMP. Pada saat diriku niatkan untuk selalu jujur dalam mengerjakan soal-soal tes Nasional pada kali ini dikarenakan saya tak ingin mengulangi perbuatanku dulu di waktu SD.

Kali ini modul yang telah kupelajari dan yang sudah dianjurkan oleh guruku di kelas semua keluar. Tanganku menuliskan jawaban di lember LJK dengan sangat tenang dan tanpa keraguan. Sampai pada akhirnya penerapan tes telah berakhir, pada saat ini tinggal menunggu hasilnya saja.

Kurang lebih satu minggu pengumuman sudah datang, Kepala Sekolah sedang membacakan hasil Tes Nasional kemudian siswa yang sudah mencapai nilai tertinggi berjumlah 5 siswa saja, seluruh siswa sangat tegang menunggu hasilnya.

Sesudah itu Kepala Sekolahpun membacakan satu per satu siswa yang menggapai peringkat 5 besar paralel sampai pada saat pembacaan siswa yang mendapatkan peringkat awal.

“ Siswa yang mendapatkan peringkat awal adalah…” ucap kepala sekolah, semua siswa sangat tegang menunggu kelanjutan dari perkataan Kepala Sekolah.“ Ananda Sila Ardila” Diiringi rasa senang dan haru atas kerja kerasku saat belajar sepanjang ini tak percuma saja.

Sesudah itu semua sahabat berikan selamat kepadaku, lalu Kepala Sekolah berkata kepadaku kalau sang peraih peringkat awal harus mendapatkan beasiswa sekolah di kota.

Diriku sangat bahagia mendengarnya. Anggapanku soal kejujuran itu memanglah benar“ jika jujur itu akan membawa senang meskipun awal mulanya itu sangat susah”

Contoh Cerpen Islami

“Keutamaan Sedekah”

“Bu, pada hari ini barang dagangan tak habis dan yang terjual hanya sedikit sekali. Hanya segini yang dapat Bapak berikan kepada Ibu.” Sambil menjulurknan uang hasil dagangannya kepada istri nya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

“Iya Pak, tak papa yang terpenting Bapak telah berusaha serta memang selebihnya ini ialah rejeki dari Tuhan.”
Pada besok harinya, sang suami sudah berangkat bekerja lagi membawa barang dagangannya ke pasar. Di tengah-tengah jalan dia bertemu nenek tua yang dimana terlihat kebingungan dipinggir di jalan.

“Ada apa nek?” Tanya sang pak Tugimin pada nenek tua itu .

“Nak, bolehkah nenek ini meminta uang? Nenek mau pulang tapi tak ada ongkos.” Pinta nenek itu dengan lirih pada Pak Tugimin.

“Uangku juga sangat mepet, dagangan saya dari kemarin tak laku banyak, untuk makan saja saya masih kurang nek, ah tapi tak apa-apa. Kata pak ustad sedekah itu akan melancarkan rejeki, bismillah saja.” Gumam pak Tugimin didalam hati.

“Baiklah, Nek, ini saya ada uang tapi tak terlalu banyak untuk naik bis nenek sampai ketujuan ya. Hayuk saya antar sampai kedalam terminal nek.” Ucap Pak Tugimin sambil berjalan mengantar nenek itu menuju terminal.

“Terima kasih nak, telah mau membantu nenek, semoga rejekimu dilancarkan.”

“Aamiin, Nek”.
Sesudah mengantar nenek itu, lalu Pak Tugiminpun kembali ke pasar untuk melanjutkan menjual dagangannya. Sesampainya dia di pasar, terdapat seorang pembeli yang mau memborong dagangannya semuanya.

“Alhamdulillah rejeki itu memang tak akan tertukar. Memang sedekah bisa melancarkan rejeki.” Gumam Pak Tugimin yang selalu bersyukur.

Contoh Cerpen Singkat Pengalaman Pribadi

“Trauma”

Dari dalam suatu ruangan terdengarlah suara ketukan pintu.

“Silakan masuk” ucap Pak Abdillah dari dalam ruangan.

“Maaf pak, apa Pak Abdillah ada?” Tanya oran yang sedang dipanggil interview.

“Tidak ada, anda silakan keluar!”

Selanjutnya…

“Maaf pak”

“Tau di mana keberadaan Pak Abdillah? Kenapa Office Boy (OB) yang terdapat di dalam ruangan?” Tanya orang itu pada karyawan lain yang ada di luar ruangan.

“Yang di dalam tadi itu adalah Pak Abdillah. Dia memang sangat suka pura-pura seperti itu agar bisa mengetes bawahannya.” OB itu menjelaskan.

“Maksudnya pak?”

“Itu artinya kamu tak lolos interview hari ini, begitulah Pak Abdillah. Dia sangat trauma dengan beberapa karyawannya karena urusan materi.”

Dan sekian pembahasan kita kali ini tentang Contoh Cerpen semoga dengan artikel ini dapat membantu kalian semua, dan mimin berterimakasih sudah berkunjung.

Baca Juga Lainnya: